Matahariitenggelam.blogspot.co.id - Pada umumnya gigi berlubang menjadi penyebab awal dari sakit gigi. Menderita sakit gigi bukan hal yang menyenangkan, bahkan bisa menganggu aktivitas kita sehari-hari dan membuat kita kurang fokus dalam pekerjaan. Apa sebenarnya yang terjadi pada gigi kita saat menderita sakit gigi?
Apa akibat lain dari gigi berlubang? Bagaimana cara mencegah sakit gigi?
- SAKIT GIGI
Gigi yang berlubang bukanlah disebabkan ulat seperti anggapan orang pada
zaman dahulu. Teori ini bertahan hingga tahun 1700-an hingga Willoughby Miller
seorang dokter gigi Amerika yang bekerja di Universitas Berlin
menemukan penyebab pembusukan gigi. Ia menemukan bahwa lubang gigi
disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam yang
menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam (lingkungan alami gigi
seharusnya adalah basa) dan asam inilah yang akhirnya membuat lubang
kecil pada email gigi.
Saat lubang terjadi pada email gigi, kita belum merasakan sakit gigi.
Tetapi, lubang kecil pada email selanjutnya dapat menjadi celah sisa
makanan dan adanya bakteri akan membuat lubang semakin besar yang
melubangi dentin. Pada saat ini kita akan merasakan linu pada gigi saat
makan. Bila dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf sehingga
kita akan mulai merasakan sakit gigi. Proses ini tidak akan berhenti
sampai akhirnya gigi menjadi habis dan hanya tersisa akar gigi.
Agar tidak semakin bertambah parah, maka bila Anda memiliki gigi
berlubang sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi untuk
mengobatinya. Walaupun banyak orang tidak suka pergi ke dokter gigi
dengan alasan tidak peduli dengan keadaan gigi, khawatir biayanya mahal,
takut atau malu diejek karena gigi yang rusak, namun pergi ke dokter
gigi adalah solusi terbaik untuk mengatasi sakit gigi. Gigi berlubang
tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Walaupun, mungkin setelah
menderita sakit gigi, rasa sakitnya dapat hilang tetapi tidak
memperbaiki keadaan gigi. Gigi akan tetap berlubang, bahkan lubangnya
akan terus semakin membesar.
Sakit
gigi tidak dapat dipandang sebelah mata seperti anggapan beberapa
orang, karena bila didiamkan, dapat membuat gigi menjadi bengkak dan
meradang. Selain itu gigi berlubang dapat menjadi sarana saluran
masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang dapat menyebabkan
penyakit ginjal, paru-paru, jantung dan penyakit lainnya.
- MENAMBAL GIGI DAN MENCABUT GIGI
Langkah pertama yang akan diambil oleh dokter gigi ialah menambal gigi yang rusak atau berlubang, apabila lumbang gigi belum terlalu besar. Tapi Tetapi, bila kita merasakan sakit gigi, proses penambalan tidak dapat
langsung dilakukan karena dengan demikian gas dalam gigi tidak dapat
keluar. Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit atau akan
mematikan saraf gigi agar kita tidak tersiksa dengan rasa sakitnya. Pada
kunjungan selanjutnya barulah gigi akan dibersihkan dan ditambal
sementara, penambalan secara permanen dilakukan pada kunjungan
berikutnya lagi.
Bila lubang terlalu besar dan tidak
memungkinkan untuk ditambal, berarti gigi harus dicabut. Sama seperti
proses penambalan gigi, maka gigi juga tidak dapat langsung dicabut saat
gigi masih terasa sakit. Hal ini disebabkan saat kita merasakan sakit
gigi, maka obat anestesi (obat kebal agar tidak terasa sakit saat gigi
dicabut) tidak dapat menembus akar gigi, sehingga saat dicabut akan
menyebabkan sakit yang luar biasa. Proses pencabutan gigi baru bisa
dilakukan saat gigi sudah tidak terasa sakit dan untuk menghilangkan
rasa sakit dokter akan mematikan saraf gigi.
- MENCEGAH GIGI BERLUBANG
Ada beberapa langkah untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, yaitu :
- MEMERIKSA GIGI SECARA RUTIN
Kunjungi Klinik Dokter Gigi setiap 6 bulang sekali walaupun anda tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mendeteksi lubang kecil pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar.
- MENYIKAT GIGI SECARA TERATUR
Pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah waktu yang sangat tepat untuk menyikat gigi. Air liur yang tidak banyak keluar pada waktu kita tidur, sehingga akan rusak bila dibiarkan sisa makanan pada gigi tanpa menyikatnya. Air liur berfungsi untuk melindungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.
- MENYIKAT GIGI DENGAN CARA YANG BENAR
Meskipun menyikat gigi secara teratur tetapi tidak dilakukan dengan benar, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Cara yang benar menyikat gigi kearah bawah untuk gigi depan (gigi seri) bagian atas, menyikat gigi kearah atas untuk gigi depan bagian bawah dan menyikat secara mendatar untuk gigi geraham. Menyikat gigi geraham hendaknya dilakukan lebih lama, karena gigi tersebut berpotensi menempelnya sisa-sisa makanan.
- BERKUMUR-KUMUR SETELAH MAKAN
Menyikat gigi tidak mungkin dilakukan sehabis kita makan, maka cara terbaik yang dilakukan ialah berkumur-kumur setelah makan agar sisa makanan tidak menempel pada gigi dan mengurangi keadaan asam dalam gigi.
- GUNAKAN BENANG GIGI UNTUK MENGELUARKAN SISA MAKANAN
Sisa makanan yang tertinggal digigi hendaknya tidak menggunakan tusuk gigi. Penggunaan tusuk gigi dapat menyebabkan celah antara gigi semakin melebar dan dapat menyebabkan luka pada gusi.
- PILIH PASTA GIGI YANG MENGANDUNG FLUORIDA
Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida, zat ini merupakan salah satu bahan untuk pembentuk email pada gigi. Adanya zat ini dapat mencegah pembusukan pada gigi.
- MAKANAN -MAKANAN YANG BERSERAT
Mengkonsumsi sayuran dan buah dapat membuat gigi lebih kuat dan mencegah gigi berlubang.
- KURANGI MAKANAN YANG MENGANDUNG GULA DAN TEPUNG
Makanan jenis ini bila menempel atau tertinggal pada gigi dapat mengundang bakteri yang timbul dan menyebabkan gigi berlubang.
Itulah beberapa cara mengatasi sakit gigi dan gigi berlubang. Semoga bermanfaat bagi pembaca Matahariitenggelam.blogspot.co.id, segala penyakit pasti ada
cara pencegahanya tergantung kita mau apa tidak berusaha untuk
mengurangi dan mengobatin penyakit tersebut.

No comments:
Post a Comment